Senin, 20 Maret 2017

Peran Keluarga Bagi Penyalahguna Zat Melalui "Family Support Group"


Loka rehabilitasi BNN batam mengadakan kegiatan Family Support Group untuk pertama kalinya di tahun 2017 pada tanggal 11 Maret lalu. Kegiatan ini merupakan wadah bagi keluarga penyalahguna zat yang berada di lembaga rehabilitasi ini untuk dapat mengenal satu sama lain untuk saling memberikan dukungan antar keluarga yang memiliki kesamaan permasalahan. Keluarga sebagai lingkungan terdekat dengan penyalahguna zat, diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai program rehabilitasi yang dijalankan, serta menyadari perannya dalam mendukung pemulihan bagi anggota keluarganya.

Kata sambutan dari koordinator sosial.

                Family support group atau yang disingkat dengan FSG dilaksankan di ruang visit Loka rehabilitasi BNN Batam pada pagi hari pukul 9.00 WIB. Acara ini diawali dengan pembacaan doa dan kata sambutan dari koordinator bagian sosial sebagai perwakilan dari Kepala Loka yang berhalangan hadir, Meta Amelia Widya Saputri, S.Psi. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan preamble sebagai bentuk  aplikasi dari tujuan kegiatan ini yaitu untuk membimbing anggota keluarga menjadi recovery partner dari recovering addict dan membentuk anggota keluarga menjadi program allies serta menggalakkan anggota keluarga recovering addict untuk melakukan perbaikan / pengembangan diri.

Salah satu konselor Loka Rehabilitasi BNN Batam sedang memberikan
materi kepada keluarga residen.
Testimoni dari mantan penyalahguna zat yang kini
telah menjadi salah satu staff konselor di
Loka Rehabilitasi BNN Batam.

Keluarga selanjutnya diberikan materi oleh salah satu staf konselor dari Loka Rehabilitasi BNN Batam yang menjadi narasumber pada acara tersebut. Adapun materi yang disampaikan yaitu tentang “Peran yang muncul dalam keluarga dengan penyalahgunaan zat”. Setelah materi disampaikan ada beberapa keluarga yang antusias untuk melontarkan pertanyaan sehingga diskusi pun berjalan lancar. Selain materi, keluarga residen juga disajikan testimoni dari mantan residen yang telah “move on” dari zat-zat terlarang yang telah menjadi salah satu staff di Loka Rehabilitasi BNN Batam, dan testimoni dari salah satu korban penyalahguna yang sedang di rehab.
                Acara kemudian ditutup dengan doa dan makan siang bersama yang diiringi persembahan lagu dari residen anak.



Panitia kegiatan Family Support Group.

Minggu, 19 Maret 2017

Mekanisme, Alur Penerimaan Residen dan Alur Pelayanan Rehabilitasi di Loka Rehabilitasi BNN Batam

PELAYANAN TERPADU REHABILITASI
Pelaksanaan pelayanan di Loka Rehabilitasi BNN Batam bagi pecandu dan penyalahguna narkoba menggunakan sistem pelayanan terpadu antara rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial dalam satu atap.




REHABILITASI MEDIS

Pelayanan rehabilitasi berbasis layanan kesehatan meliputi :
  1. Detoksifikasi
  2. Penanganan Komplikasi Dampak Buruk Narkoba 
  3. Layanan Poliklinik Umum & Gigi 
  4. Apotek / Farmasi
  5. Layanan Medicak Check Up (Rontgen, EKG, EEG, USG & Laboratorium) 
  6. Fisioterapi dsb.

REHABILITASI SOSIAL
Merupakan suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental maupun sosial, agar bekas pecandu Narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial yang berbasis program Therapeutic Community.

ALUR PELAYANAN REHABILITASI
  1. SCREENING INTAKE > (Tes Urin, Persetujuan Keluarga, Body Spot Check) 
  2. DETOKSIFIKASI > (Masa Pemutusan Zat)
  3. STABILISASI > (MPF Evaluation (Evaluasi Medis, Psikologi & Fisik) 
  4. PRIMARY Program > (Program Therapeutic Community) 
  5. RE-ENTRY Program > (Program TC Lanjutan, Terapi Vokasional, Resosialisasi) 
  6. Pasca-Rehabillitasi >  (Program Lanjutan di Luar Loka Rehabilitasi BNN Batam, meliputi layanan Pasca di BNN/BNNP/BNN Kota atau Kabupaten & Rumah Dampingan)
SYARAT & KETENTUAN

CALON RESIDEN UMUM 
 
  1. Berusia 17 tahun ke atas, kasus tertentu diputuskan oleh tim
  2. Korban penyalahguna narkotika, terbukti dengan hasil tes urine positif atau memiliki riwayat penyalahgunaan satu tahun terakhir 
  3. Tidak ada diagnosa gangguan jiwa berat, dibuktikan oleh hasil pemeriksaan medis atau rekomendasi dari Rumah Sakit Jiwa / Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (Sp.KJ) 
  4. Tidak memiliki cacat fisik atau penyakit kronis akut 
  5. Ada orang tua / wali yang bertanggung jawab 
  6. Orang tua / wali wajib menghadiri Family Dialog (FD), konseling keluarga, Family Support Group (FSG), kunjungan keluarga lainnya yang dijadwalkan petugas 
Adapun persyaratan administrasi calon residen baru, yakni :
  1. Foto copy KTP calon residen dan orang tua / wali
  2. Foto copy kartu keluarga (KK) 
  3. Pasfoto calon residen bewarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar 
  4. Materai Rp. 6.000,- sebanyak 7 (tujuh) lembar.
SYARAT & KETENTUAN TAMBAHAN
  • Untuk calon residen yang bekerja sebagai PNS / TNI / POLRI > Wajib menyertakan surat pengantar dan surat cuti kerja dari instansi terkait
  • Untuk calon residen yang berasal dari hasil putusan pengadilan / sedang proses hukum > Wajib diantar oleh penyidik / petugas kejaksaan dan menyertakan dokumen yang sesuai 
  • Untuk calon residen yang diantar oleh BNN Provinsi/Kota/Kabupaten > Wajib menyertakan surat rekomendasi / assesment dari BNNP/K 
  • Utuk calon residen yang diantar / didampingi oleh LSM > Wajib mendapat rekomendasi dari BNN Provinsi / Kota / Kabupaten
  • Untuk calon residen yang sudah berkeluarga  > Melampirkan surat pernyataan persetujuan rehabilitasi dari pasangan masing – masing. 
  • Untuk calon residen yang bekerja atau sekolah / kuliah > Wajib menyertakan surat cuti kerja atau surat izin sekolah / kuliah
Perlengkapan yang dibawa :  
  1. Celana Pendek ¾ bahan kaos à 3 buah
  2. Pakaian dalam = 6 setel 
  3. Sandal Jepit = 1 pasang 
  4. Perlengkapan ibadah = 1 set 
  5. Sarung = 1 buah 
  6. Snack kemasan plastik = secukupnya

Tahap RE-ENTRY

Fase Re-Entry (± 14 hari)

Tahap Re-Entry adalah tahapan akhir dalam program TC, dimana residen berada dalam tahap adaptasi dan kembali bersosialisasi dengan masyarakat luas di luar komunitas residensial yang dipersiapkan melalui program pola hidup sehat dan produktif berbasis konservasi alam (hutan dan laut).

http://www.abc.net.au/radionational/image/6837690-3x2-700x467.jpg

Tujuan dari fase ini adalah residen diharapkan mampu mandiri dalam penetuan jadwal harian, kedewasaan dalam pemikiran, bersosialisasi dengan lingkungan serta mengikuti kegiatan vokasional yang disediakan.